Renungan Nasehat Kematian Bagian Tiga Puluh Sembilan
- account_circle kowpi.official@gmail.com
- calendar_month 13/06/2026
- visibility 14
- comment 0 komentar
- label Renungan Kematian
AKHIRAT, KEHIDUPAN YANG HAKIKI
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan manusia dari keadaan tidak ada menjadi ada, kemudian melimpahkan berbagai nikmat yang tidak terhitung jumlahnya. Dia memberi kita kehidupan, kesehatan, rezeki, keamanan, dan petunjuk menuju jalan yang lurus.
Allah ﷻ telah menerangkan kepada hamba-hamba-Nya bahwa manusia akan menjalani dua fase kehidupan. Yang pertama adalah kehidupan dunia yang bersifat sementara dan pasti akan berakhir. Sedangkan yang kedua adalah kehidupan akhirat yang kekal dan menjadi tempat kembali seluruh manusia.
Dunia Hanyalah Persinggahan
Dunia sering kali tampak indah dan mempesona. Harta, jabatan, kedudukan, dan berbagai kesenangan membuat banyak manusia terlena. Padahal hakikat dunia tidaklah sebagaimana yang terlihat.
Allah Ta’ala berfirman:
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling bermegah-megahan di antara kalian serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak…” (QS. Al-Hadid: 20)
Ayat ini menjelaskan bahwa dunia ibarat tanaman yang tumbuh subur setelah turun hujan. Ia terlihat indah dan mengagumkan, namun tidak lama kemudian menguning, mengering, lalu hancur. Demikian pula dunia. Apa yang hari ini dibanggakan suatu saat akan lenyap dan ditinggalkan.
Karena itu, seorang mukmin yang berakal tidak tertipu oleh gemerlap dunia. Ia memanfaatkan dunia sebagai sarana untuk meraih ridha Allah dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan yang kekal.
Akhirat Adalah Kehidupan yang Sebenarnya
Berbeda dengan dunia, akhirat adalah kehidupan yang hakiki. Di sanalah terdapat kekekalan, kebahagiaan, keamanan, dan keselamatan yang sempurna.
Allah ﷻ berfirman:
“Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.” (QS. Al-Fajr: 24)
Pada hari itu manusia baru menyadari bahwa kehidupan yang sebenarnya bukanlah kehidupan dunia yang pernah dijalaninya, melainkan kehidupan akhirat yang tidak akan pernah berakhir.
Allah Ta’ala juga berfirman:
“Barang siapa yang berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri.” (QS. Al-Mu’minun: 102-103)
Keselamatan di akhirat ditentukan oleh iman dan amal shalih yang dilakukan selama hidup di dunia.
Surga Lebih Berharga dari Dunia dan Seisinya
Rasulullah ﷺ menjelaskan betapa rendahnya nilai dunia dibandingkan kenikmatan akhirat. Beliau bersabda:
“Sungguh tempat cambuk salah seorang kalian di surga lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Bukhari)
Apabila sebidang tempat yang sangat kecil di surga saja lebih baik daripada dunia beserta seluruh isinya, maka bagaimana lagi dengan istana-istana surga, sungai-sungainya, kenikmatan yang tidak pernah berakhir, dan keridhaan Allah yang paling agung?
Inilah yang seharusnya menjadi tujuan seorang mukmin.
Jangan Sampai Dunia Melalaikan
Sangat disayangkan ketika sebagian manusia menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidupnya. Mereka bersemangat mengejar harta dan kedudukan, tetapi lalai dari shalat, dzikir, menuntut ilmu, menunaikan amanah, berbakti kepada orang tua, serta berbagai kewajiban lainnya.
Padahal dunia hanyalah sarana, bukan tujuan.
Seorang mukmin hendaknya senantiasa mengingat bahwa semua kenikmatan dunia akan berakhir, sedangkan kenikmatan akhirat akan kekal selama-lamanya.
Mendahulukan Akhirat, Meraih Kebaikan Dunia dan Akhirat
Allah ﷻ menjanjikan kehidupan yang baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih.
“Barang siapa mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl: 97)
Demikian pula Allah berfirman:
“Barang siapa yang menghendaki keuntungan akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya.” (QS. Asy-Syura: 20)
Orang yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utama tidak akan kehilangan dunia yang menjadi bagiannya. Bahkan Allah akan memberkahi kehidupannya dan memberikan ketenangan hati yang tidak bisa dibeli dengan harta.
Penutup
Dunia adalah tempat beramal, sedangkan akhirat adalah tempat menerima balasan. Karena itu, marilah kita menata kembali tujuan hidup kita. Jangan sampai kehidupan yang singkat ini dihabiskan hanya untuk mengejar sesuatu yang fana.
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mendahulukan akhirat, memperbanyak amal shalih, serta mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
اللهم آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
“Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
✒️ *𝑬𝒅𝒊𝒕𝒐𝒓 : 𝑨𝒅𝒎𝒊𝒏* kowpi.id
📡 𝐑𝐚𝐢𝐡 𝐚𝐦𝐚𝐥 𝐬𝐡𝐚𝐥𝐢𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐫𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢 , 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭.
- ═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
🖋️📖 _*KOWPI (Komunitas Waris Planning Indonesia)*_ 📖🖋️

Saat ini belum ada komentar