Beranda » Renungan Kematian » Renungan Nasehat Kematian Bagian Sepuluh

Renungan Nasehat Kematian Bagian Sepuluh

🕊️ Betapa Dahsyatnya Sakaratul Maut

Wahai saudaraku…

Banyak manusia takut kehilangan harta, takut kehilangan jabatan, takut kehilangan orang yang dicintai. Namun sedikit yang benar-benar mempersiapkan diri menghadapi satu kepastian yang pasti akan dialami oleh seluruh manusia: sakaratul maut.

Padahal para sahabat Nabi ﷺ dan orang-orang shalih terdahulu sangat sering merenungkan dahsyatnya kematian agar hati mereka hidup dan tidak tertipu oleh dunia.

Diriwayatkan bahwa suatu hari Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Ka’ab Al-Ahbar:

يَا كَعْبُ حَدِّثْنَا عَنِ الْمَوْتِ

“Wahai Ka’ab, ceritakan kepada kami tentang kematian.”

Maka Ka’ab berkata:

غُصْنٌ كَثِيرُ الشَّوْكِ يَدْخُلُ فِي جَوْفِ الرَّجُلِ، فَتَأْخُذُ كُلُّ شَوْكَةٍ بِعِرْقٍ، ثُمَّ يُجْذَبُ بِشِدَّةٍ

“Sakitnya kematian seperti ranting berduri yang masuk ke dalam tubuh seseorang. Setiap duri tersangkut pada urat dan sarafnya, lalu ranting itu ditarik dengan sangat keras…”

Subhanallah…
betapa mengerikannya sakaratul maut.

Syaddad bin Aus رحمه الله bahkan berkata:

“Kematian adalah pengalaman paling dahsyat bagi seorang mukmin. Rasanya lebih berat daripada digergaji, dipotong dengan gunting, atau direbus dalam bejana.”

Perkataan para salaf ini bukan untuk membuat manusia putus asa, tetapi agar hati menjadi sadar dan tidak terus-menerus tenggelam dalam kelalaian.

Karena sesungguhnya, semakin banyak dosa dan kemaksiatan yang dilakukan seorang hamba tanpa taubat, maka semakin berat pula keadaan yang ia hadapi ketika ruh dicabut.

Rasulullah ﷺ menjelaskan keadaan orang yang buruk saat menghadapi kematian. Beliau bersabda:

وَإِنَّ الْعَبْدَ الْكَافِرَ… نَزَلَ إِلَيْهِ مِنَ السَّمَاءِ مَلَائِكَةٌ سُودُ الْوُجُوهِ…

“Sesungguhnya seorang kafir atau orang jahat ketika akan meninggalkan dunia, turun kepadanya malaikat-malaikat berwajah hitam…”

Kemudian Malaikat Maut berkata:

أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْخَبِيثَةُ اخْرُجِي إِلَى سَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَغَضَبٍ

“Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju kemurkaan dan murka Allah.”

Lalu ruhnya dicabut dengan sangat keras:

كَمَا يُنْتَزَعُ السَّفُّودُ مِنَ الصُّوفِ الْمَبْلُولِ

“Seperti dicabutnya besi berduri dari bulu domba yang basah.”

Wahai saudaraku…

Coba renungkan rasa sakit kecil yang pernah kita alami di dunia: tertusuk duri, terkena api, atau terluka sedikit saja—betapa sakitnya terasa.

Padahal yang merasakan hanya sebagian kecil saraf tubuh.

Lalu bagaimana jika seluruh tubuh merasakan sakit ketika ruh sedang dicabut?

Bagaimana jika saat itu malaikat datang dengan wajah yang menyeramkan dan penuh ancaman?

Karena itu para ulama salaf sangat takut kepada su’ul khatimah. Mereka memperbanyak taubat, menjaga shalat, menjauhi maksiat, dan memohon kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan baik.

Maka jangan tertipu oleh kesehatan dan panjang angan-angan…

Karena bisa jadi hari ini kita masih tertawa, namun esok nama kita telah disebut di alam kubur.

Semoga Allah melembutkan hati kita, menerima taubat kita, dan memudahkan sakaratul maut ketika ajal benar-benar tiba.

اللهم هون علينا سكرات الموت
“Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut.”

✒️ *𝑬𝒅𝒊𝒕𝒐𝒓 : 𝑨𝒅𝒎𝒊𝒏* kowpi.id

📡 𝐑𝐚𝐢𝐡 𝐚𝐦𝐚𝐥 𝐬𝐡𝐚𝐥𝐢𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐫𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢 , 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭.

  • ═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•

🖋️📖 _*KOWPI (Komunitas Waris Planning Indonesia)*_  📖🖋️

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less