Beranda » Renungan Kematian » Renungan Nasehat Kematian Bagian Enam

Renungan Nasehat Kematian Bagian Enam

🕊️ Persiapkan Diri Sebelum Kematian Datang

Wahai saudaraku… di antara kewajiban terbesar dalam hidup ini adalah mempersiapkan diri sebelum datangnya kematian. Karena kematian tidak menunggu kesiapan, tidak pula melihat usia, dan tidak bisa ditunda walau sesaat.

Maka seorang mukmin yang cerdas adalah dia yang segera beramal shalih, memanfaatkan waktu yang Allah berikan sebelum semuanya terlambat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menggambarkan penyesalan orang-orang yang lalai dalam firman-Nya:

قال الله تعالى :
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ * لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا

“Hingga apabila datang kematian kepada salah seorang dari mereka, ia berkata: ‘Ya Rabb-ku, kembalikan aku (ke dunia), agar aku bisa beramal shalih…’ Sekali-kali tidak! Itu hanyalah ucapan yang ia katakan saja.” (QS. Al-Mu’minun: 99–100)

Ayat ini menjadi peringatan keras… bahwa penyesalan setelah kematian tidak lagi bermanfaat. Kesempatan hanya ada hari ini—bukan besok, bukan nanti.

Kemudian Allah mengingatkan agar kita tidak terlena oleh dunia:

قال الله تعالى :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah…” (QS. Al-Munafiqun: 9)

Dan Allah menutup ayat tersebut dengan gambaran yang sangat menyentuh:

رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي… فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Ya Rabb-ku, sekiranya Engkau menunda kematianku sedikit saja… agar aku bisa bersedekah dan menjadi orang shalih…”

Namun, semua itu sudah tidak mungkin lagi.

Rasulullah ﷺ telah memberikan bimbingan yang sangat jelas tentang bagaimana seharusnya kita menjalani hidup ini. Dalam hadits shahih, beliau memegang pundak Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dan bersabda:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.” (HR. Bukhari no. 6416)

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma kemudian menasihati:

“Jika engkau berada di sore hari, jangan tunggu pagi. Jika engkau di pagi hari, jangan tunggu sore. Manfaatkan sehatmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum kematianmu.”

Wahai saudaraku…
hidup ini sangat singkat, dan perjalanan kita sedang menuju akhirat.

Maka jangan tunda kebaikan, jangan menunggu sempurna untuk bertaubat, dan jangan merasa masih panjang waktu.

Bisa jadi… satu amal hari ini adalah penentu keselamatan kita di hadapan Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk memanfaatkan umur, memperbanyak amal shalih, dan menutup hidup kita dengan husnul khatimah.

✒️ *𝑬𝒅𝒊𝒕𝒐𝒓 : 𝑨𝒅𝒎𝒊𝒏* kowpi.id

📡 𝐑𝐚𝐢𝐡 𝐚𝐦𝐚𝐥 𝐬𝐡𝐚𝐥𝐢𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐫𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢 , 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭.

  • ═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•

🖋️📖 _*KOWPI (Komunitas Waris Planning Indonesia)*_  📖🖋️

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less