Nasehat Renungan Kematian Bagian Tiga
- account_circle kowpi.official@gmail.com
- calendar_month 6/11/2024
- visibility 2.303
- comment 0 komentar
- label Renungan Kematian
📋 NASEHAT RENUNGAN KEMATIAN BAGIAN TIGA
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:
> *عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا قَالَ فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ*
Seorang lelaki dari kalangan Anshar datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah kaum mukminin yang paling utama?” Beliau menjawab, “Yang paling baik akhlaknya.”
Lalu ia bertanya lagi, “Siapakah yang paling cerdas di antara mereka?”
Beliau menjawab, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik persiapannya untuk kehidupan setelahnya. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259)
Hadits ini memberikan pelajaran yang sangat dalam bagi kita. Ukuran kemuliaan seorang mukmin bukan sekadar pada banyaknya ilmu atau ibadah lahiriah, tetapi pada akhlaknya yang mulia. Dan ukuran kecerdasannya bukan pada kecerdikan dunia, tetapi pada sejauh mana ia mengingat kematian dan mempersiapkan bekal untuk akhirat.
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
> “Kematian telah menyingkap hakikat dunia, sehingga tidak tersisa kesenangan bagi orang yang berakal. Tidaklah seorang hamba banyak mengingat kematian, melainkan dunia akan terasa hina baginya dan segala musibah menjadi ringan.”
Inilah hakikatnya, wahai saudaraku… ketika hati sering mengingat kematian, dunia tidak lagi menjadi tujuan utama. Kesenangan tidak membuat lalai, dan kesedihan tidak terlalu memberatkan.
Seorang penyair juga mengungkapkan:
> Tiada ketenangan dalam hidup ini, selama ada yang mengeruhkan kelezatannya… yaitu ingatan akan kematian dan datangnya usia tua.
Dan Amirul Mukminin, ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullah, pernah berkata:
> “Jika suatu saat hatiku lalai dari mengingat kematian, niscaya hatiku akan rusak.”
Sebagian ulama salaf juga mengatakan:
> “Barangsiapa yang banyak mengingat kematian, ia akan dimuliakan dengan tiga perkara: segera bertaubat, hati yang qana’ah, dan semangat dalam ibadah. Dan barangsiapa yang melupakannya, ia akan diuji dengan tiga hal: menunda taubat, tidak pernah merasa cukup, dan malas beribadah.”
Maka renungkanlah… bukan dunia yang kita kejar, tetapi akhirat yang kita tuju. Bukan panjangnya umur yang menentukan, tetapi bagaimana kita mengisinya dengan amal shalih sebelum datangnya kematian yang pasti.
Semoga Allah menjadikan hati kita hidup dengan mengingat kematian, dan memberi kita taufik untuk mempersiapkan bekal terbaik sebelum kembali kepada-Nya.
✒️ 𝑬𝒅𝒊𝒕𝒐𝒓 : 𝑨𝒅𝒎𝒊𝒏 kowpi.id
📡 𝐑𝐚𝐢𝐡 𝐚𝐦𝐚𝐥 𝐬𝐡𝐚𝐥𝐢𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐫𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢 , 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭.
•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
🖋️📖 KOWPI (Komunitas Waris Planning Indonesia) 📖🖋️

Saat ini belum ada komentar