Beranda » Renungan Kematian » Nasehat Renungan Kematian Bagian Sembilan Belas

Nasehat Renungan Kematian Bagian Sembilan Belas

KEBANGKITAN PENDUDUK KUBUR: Seluruh Makhluk Akan Dihimpunkan di Hadapan Allah

Di antara perkara besar yang wajib diyakini oleh setiap muslim adalah adanya hari kebangkitan dan pengumpulan seluruh makhluk di hadapan Allah Ta’ala. Hari itu bukan sekadar peristiwa yang akan terjadi, tetapi sebuah kepastian yang telah dikabarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Karena itu seorang mukmin diperintahkan untuk mempersiapkan diri sebelum datang hari yang tidak lagi bermanfaat harta, kedudukan, maupun kebanggaan dunia.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿إِن كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا ۝ لَقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا﴾

“Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi melainkan akan datang kepada Ar-Rahman sebagai seorang hamba. Sungguh Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.” (QS. Maryam: 93–94)

Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa semua makhluk akan datang kepada Allah dalam keadaan sebagai hamba yang tunduk. Tidak ada yang mampu lari, bersembunyi, atau menghindar dari pengumpulan tersebut.

Dalil-dalil Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa pengumpulan itu berlaku umum, meliputi manusia, jin, bahkan hewan-hewan.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ … ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ﴾

“Dan tidak ada seekor binatang pun di bumi dan burung yang terbang dengan kedua sayapnya melainkan umat-umat seperti kalian … kemudian kepada Rabb mereka semuanya akan dihimpunkan.” (QS. Al-An’am: 38)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa seluruh hewan pun akan dikumpulkan berdasarkan nash Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Pada hari itu manusia akan dibangkitkan sebagaimana pertama kali mereka diciptakan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Manusia akan dihimpunkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan belum berkhitan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika Aisyah radhiyallahu ‘anha mendengar hal tersebut, beliau bertanya apakah laki-laki dan perempuan akan saling memandang. Rasulullah ﷺ menjawab:

“Wahai Aisyah, urusannya jauh lebih dahsyat daripada itu.”

Betapa besar kegentingan hari tersebut. Tidak ada lagi perhatian kepada penampilan, kedudukan, atau kemuliaan dunia. Setiap orang sibuk memikirkan keselamatan dirinya.

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai keadaan ketika dirinya meninggal.” (HR. Muslim)

Hadits ini menjadi pengingat besar bagi kita. Siapa yang meninggal di atas keimanan, taubat, dan ketaatan, maka ia memiliki harapan besar mendapatkan rahmat Allah. Adapun orang yang meninggal di atas kemaksiatan tanpa taubat, maka hendaknya hal itu menjadi peringatan agar kita segera kembali kepada Allah.

Saudaraku, dunia hanyalah persinggahan yang singkat. Hari kebangkitan itu pasti datang. Maka sebelum kaki-kaki kita berdiri di padang mahsyar, sebelum lembaran amal dibuka, dan sebelum setiap manusia menyesali apa yang telah ia lalaikan, marilah kita memperbaiki iman, memperbanyak amal shalih, serta memohon kepada Allah agar diberikan keteguhan hingga akhir hayat.

Semoga Allah menjadikan akhir kehidupan kita sebagai akhir yang baik dan mengumpulkan kita bersama orang-orang yang beriman di Surga-Nya yang penuh kenikmatan. Aamiin.

✒️ *𝑬𝒅𝒊𝒕𝒐𝒓 : 𝑨𝒅𝒎𝒊𝒏* kowpi.id

📡 𝐑𝐚𝐢𝐡 𝐚𝐦𝐚𝐥 𝐬𝐡𝐚𝐥𝐢𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐫𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢 , 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭.

  • ═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•

🖋️📖 _*KOWPI (Komunitas Waris Planning Indonesia)*_  📖🖋️

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less