Nasehat Renungan Kematian Bagian Empat [ Wafatnya Baginda Nabi Muhammad ]
- account_circle kowpi.official@gmail.com
- calendar_month 6/11/2024
- visibility 1.610
- comment 0 komentar
- label Renungan Kematian
📋 *NASEHAT RENUNGAN KEMATIAN, WAFATNYA BAGINDA NABI MUHAMMAD [4]* ﷺ
Wahai saudaraku… renungkanlah sejenak bagaimana akhir kehidupan manusia terbaik, Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sosok yang paling mulia di sisi Allah, namun tetap merasakan dahsyatnya sakaratul maut.
Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:
> **كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ رَكْوَةٌ فِيهَا مَاءٌ فَجَعَلَ يُدْخِلُ يَدَيْهِ فِي الْمَاءِ فَيَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَيَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ ثُمَّ نَصَبَ يَدَهُ فَجَعَلَ يَقُولُ فِي الرَّفِيقِ الْأَعْلَى حَتَّى قُبِضَ وَمَالَتْ يَدُهُ**
Di hadapan beliau ada bejana berisi air. Beliau memasukkan kedua tangannya ke dalam air, lalu mengusap wajahnya seraya mengucapkan:
*“Lā ilāha illallāh, sesungguhnya kematian itu memiliki sakarat (rasa sakit yang berat).”*
Kemudian beliau mengangkat tangannya dan terus mengucapkan: *“(Aku memilih) Ar-Rafīq Al-A‘lā (teman yang tertinggi).”* Hingga akhirnya ruh beliau dicabut, dan tangan beliau pun terkulai lemah. (HR. Al-Bukhari no. 4449)
Lihatlah… Rasulullah ﷺ, manusia paling mulia, tetap merasakan beratnya sakaratul maut. Ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa kematian bukan perkara ringan.
Ketika rasa itu semakin berat, putri beliau, Fāṭimah radhiyallahu ‘anha berkata dengan penuh kesedihan:
> **كَرْبَ أَبَاهُ!**
> *“Betapa berat penderitaan ayahku…”*
Namun Rasulullah ﷺ menenangkan beliau:
> **لَيْسَ عَلَى أَبِيكِ كَرْبٌ بَعْدَ الْيَوْمِ**
> *“Tidak ada lagi kesusahan bagi ayahmu setelah hari ini.”* (HR. Al-Bukhari no. 4462)
Dalam riwayat lain disebutkan, karena beratnya sakaratul maut, beliau bersabda agar disiram dengan air:
*“Siramkan kepadaku dari tujuh ember air, agar aku bisa kembali menemui manusia.”* (HR. Al-Bukhari no. 4446)
Dan detik-detik terakhir itu, menjadi momen yang sangat menyentuh. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
> **مَاتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنَّهُ لَبَيْنَ حَاقِنَتِي وَذَاقِنَتِي، فَلَا أَكْرَهُ شِدَّةَ الْمَوْتِ لِأَحَدٍ أَبَدًا بَعْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ**
*“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat di antara dadaku dan daguku. Maka aku tidak lagi membenci beratnya kematian yang dialami siapa pun setelah Nabi.”* (HR. Al-Bukhari no. 4446)
Wahai saudaraku… jika Rasulullah ﷺ saja merasakan beratnya sakaratul maut, lalu bagaimana dengan kita?
Maka jangan tertipu dengan panjangnya angan-angan. Persiapkanlah diri sebelum datangnya saat yang pasti itu. Perbanyak taubat, luruskan niat, dan isi hari-hari dengan amal shalih.
Semoga Allah memberikan kita husnul khatimah, dan mengumpulkan kita bersama Nabi kita Muhammad ﷺ di Ar-Rafīq Al-A‘lā.
✒️ *𝑬𝒅𝒊𝒕𝒐𝒓 : 𝑨𝒅𝒎𝒊𝒏* kowpi.id
📡 𝐑𝐚𝐢𝐡 𝐚𝐦𝐚𝐥 𝐬𝐡𝐚𝐥𝐢𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐫𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢 , 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭.
- ═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
🖋️📖 _*KOWPI (Komunitas Waris Planning Indonesia)*_ 📖🖋️

Saat ini belum ada komentar