Beranda » Renungan Kematian » Renungan Nasehat Kematian Bagian Tujuh

Renungan Nasehat Kematian Bagian Tujuh

πŸ•ŠοΈ Jadikan Dirimu Seakan Penghuni Kubur

Wahai saudaraku… di antara nasihat yang sangat dalam dari Nabi kita Muhammad shallallahu β€˜alaihi wa sallam adalah agar kita tidak terlena dengan kehidupan dunia, dan senantiasa mengingat akhir perjalanan kita.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

ΩˆΩŽΨΉΩΨ―Ω‘ΩŽ Ω†ΩŽΩΩ’Ψ³ΩŽΩƒΩŽ مِنْ Ψ£ΩŽΩ‡Ω’Ω„Ω Ψ§Ω„Ω’Ω‚ΩΨ¨ΩΩˆΨ±ΩΨŒ فَΨ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽΩƒΩŽ Ω„ΩŽΨ§ ΨͺΩŽΨ―Ω’Ψ±ΩΩŠ يَا ΨΉΩŽΨ¨Ω’Ψ―ΩŽ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ω…ΩŽΨ§ Ψ§Ψ³Ω’Ω…ΩΩƒΩŽ ΨΊΩŽΨ―Ω‹Ψ§

β€œAnggaplah dirimu sebagai bagian dari penghuni kubur, karena engkau tidak mengetahui, wahai hamba Allah, bagaimana keadaanmu esok hari.” (HR. At-Tirmidzi no. 2333)

Hadits ini mengajarkan kita untuk hidup dengan kesadaran penuh bahwa kematian sangat dekat. Bukan untuk membuat hati putus asa, tetapi agar kita tidak lalai dan tidak tertipu oleh dunia yang sementara.

Betapa banyak manusia yang sibuk membangun dunianya, memperindah kehidupannya, dan mengejar angan-angan panjang… namun lupa bahwa kematian bisa datang kapan saja.

Sebagaimana dikatakan oleh seorang penyair:

Wahai orang yang sibuk membangun dunianya,
dan terpedaya oleh panjangnya angan-angan,
kematian akan datang secara tiba-tiba,
dan kubur adalah tempat penyimpanan amal.

Dan penyair lainnya mengingatkan:

Seandainya setelah kematian kita dibiarkan,
maka kematian hanyalah akhir dari kehidupan,
namun kita pasti akan dibangkitkan kembali,
dan dimintai pertanggungjawaban atas segala amal.

Inilah hakikat yang tidak bisa dihindari…
kematian bukan akhir, tetapi awal dari kehidupan yang sesungguhnya.

Maka orang yang cerdas adalah yang mempersiapkan dirinya sebelum masuk ke dalam kubur. Ia memperbaiki shalatnya, menjaga tauhidnya, memperbanyak taubat, dan tidak menunda amal shalih.

Wahai saudaraku…
hari ini kita masih berjalan di atas bumi,
namun esok bisa jadi kita telah berada di bawahnya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang sadar, yang mempersiapkan bekal sebelum kematian, dan mengumpulkan kita bersama Nabi ο·Ί di akhirat.

ΩˆΨ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„Ω‰ Ω†Ψ¨ΩŠΩ†Ψ§ Ω…Ψ­Ω…Ψ― ΩˆΨΉΩ„Ω‰ Ψ’Ω„Ω‡ ΩˆΨ΅Ψ­Ψ¨Ω‡ Ψ£Ψ¬Ω…ΨΉΩŠΩ†
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

βœ’οΈ *π‘¬π’…π’Šπ’•π’π’“ : π‘¨π’…π’Žπ’Šπ’* kowpi.id

πŸ“‘ π‘πšπ’π‘ 𝐚𝐦𝐚π₯ 𝐬𝐑𝐚π₯𝐒𝐑 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 π¦πžπ§π²πžπ›πšπ«π€πšπ§ 𝐀𝐒𝐫𝐒𝐦𝐚𝐧 𝐒𝐧𝐒 , 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 π›πžπ«π¦πšπ§πŸπšπšπ­.

  • β•β•β•β•β•β•β•β—Žβ…β—Žβ¦Ϋ©βΫ©β¦β—Žβ…β—Žβ•β•β•β•β•β•β•β€’

πŸ–‹οΈπŸ“– _*KOWPI (Komunitas Waris Planning Indonesia)*_Β  πŸ“–πŸ–‹οΈ

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less