Nasehat Renungan Kematian Bagian Enam Belas
- account_circle kowpi.official@gmail.com
- calendar_month 17/05/2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- label Renungan Kematian
Mengingat Kematian dan Pendeknya Angan-angan
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau hingga hari Kiamat.
Saudaraku yang dimuliakan Allah,
Kehidupan dunia ini sering membuat manusia tenggelam dalam angan-angan yang panjang. Seseorang merencanakan masa depan, menghitung target-target hidupnya, dan menyusun berbagai cita-cita. Tidak sedikit yang membayangkan tahun-tahun panjang di hadapannya, seakan-akan usia berada di tangannya.
Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Dan sesungguhnya pada hari Kiamat sajalah pahala kalian disempurnakan. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)
Ayat ini mengingatkan bahwa kemenangan sejati bukanlah banyaknya harta, panjangnya usia, atau tingginya kedudukan. Kemenangan yang hakiki ialah ketika seorang hamba diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga.
Di sisi lain, manusia tidak mengetahui kapan dan di mana ajalnya akan datang. Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Dan tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi mana dia akan meninggal…”
(QS. Luqman: 34)
Betapa banyak orang yang pagi hari masih tertawa, siang hari masih merencanakan masa depannya, lalu sore hari telah dipanggil menghadap Rabbnya.
Bahkan ketika kematian datang, sebagian manusia berharap untuk kembali ke dunia:
حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ
“Ya Rabbku, kembalikanlah aku agar aku dapat mengerjakan amal shalih yang dahulu aku tinggalkan.”
(QS. Al-Mu’minun: 99–100)
Namun kesempatan itu tidak akan pernah diberikan kembali.
Karena itu Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan cara memandang dunia dengan benar. Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah ﷺ pernah memegang pundaknya seraya bersabda:
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ
“Jadilah di dunia seperti orang asing atau pengembara.”
(HR. Bukhari)
Kemudian Ibnu Umar memberikan nasihat yang sangat menyentuh:
إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ
“Apabila engkau berada di sore hari jangan menunggu pagi, dan jika berada di pagi hari jangan menunggu sore. Manfaatkan sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu.”
(HR. Bukhari)
Saudaraku, dunia ini hanyalah tempat singgah. Maka janganlah angan-angan kita lebih panjang daripada usia kita. Gunakan sisa umur untuk memperbanyak taubat, memperbaiki ibadah, memperindah akhlak, dan memperbanyak amal shalih.
Semoga Allah memberikan kepada kita hati yang selalu mengingat akhirat dan menganugerahkan husnul khatimah.
والله أعلم بالصواب.
✒️ *𝑬𝒅𝒊𝒕𝒐𝒓 : 𝑨𝒅𝒎𝒊𝒏* kowpi.id
📡 𝐑𝐚𝐢𝐡 𝐚𝐦𝐚𝐥 𝐬𝐡𝐚𝐥𝐢𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐫𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢 , 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭.
- ═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
🖋️📖 _*KOWPI (Komunitas Waris Planning Indonesia)*_ 📖🖋️

Saat ini belum ada komentar