Beranda » Renungan Kematian » Nasehat Renungan Kematian Bagian Lima Belas

Nasehat Renungan Kematian Bagian Lima Belas

Sisa Umur yang Menentukan Akhir Kehidupan

Wahai saudaraku yang dimuliakan Allah…

Sesungguhnya kehidupan manusia di dunia ini sangat singkat. Hari demi hari berlalu begitu cepat, sementara umur terus berkurang dan ajal semakin mendekat.

Namun yang patut direnungkan, keselamatan seorang hamba di akhirat bukan ditentukan oleh panjangnya usia, bukan pula oleh lamanya ia hidup di dunia. Akan tetapi, keselamatan itu sangat bergantung pada bagaimana akhir kehidupannya.

Boleh jadi seseorang hidup puluhan tahun dalam kelalaian…

Namun beberapa hari sebelum wafat, Allah bukakan pintu taubat untuknya. Hatinya menjadi lembut, lisannya dipenuhi istighfar, lalu ia kembali kepada Rabbnya dengan penuh keikhlasan.

Dan boleh jadi hanya dalam beberapa menit terakhir kehidupannya, seseorang mendapatkan hidayah yang mengantarkannya menuju surga.

Inilah betapa luas rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ketika seorang hamba benar-benar bertaubat:

  • menyesali dosa-dosanya,
  • meninggalkan syirik dan maksiat,
  • memperbaiki tauhidnya,
  • serta kembali kepada Allah dengan hati yang ikhlas,

maka itu bisa menjadi sebab keselamatan abadinya.

Betapa agung nikmat husnul khatimah…

Betapa besar kemenangan seorang hamba yang menutup hidupnya dengan iman dan taubat.

Di antara kisah yang sangat menggetarkan hati adalah kisah sahabat mulia ‘Amr bin Uqaisy radhiyallahu ‘anhu.

Beliau dahulu menunda masuk Islam karena sibuk dengan urusan hartanya di masa jahiliyah. Namun ketika Perang Uhud terjadi, Allah bukakan hidayah di dalam hatinya.

Beliau datang kepada kaum muslimin dan berkata:

“Aku telah beriman.”

Kemudian beliau ikut berjihad bersama Rasulullah ﷺ hingga terluka parah dan wafat sebagai syahid.

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani disebutkan bahwa beliau masuk surga padahal belum sempat melaksanakan satu shalat pun.

Subhanallah…

Ini menunjukkan betapa berharganya detik-detik terakhir kehidupan seorang manusia.

Karena itu para ulama mengatakan:

“Sisa umur seorang mukmin adalah sesuatu yang sangat mahal nilainya.”

Maka seorang mukmin hendaknya tidak merasa aman terhadap dirinya. Ia harus terus memohon kepada Allah agar diteguhkan di atas jalan yang lurus dan diberikan akhir kehidupan yang baik.

Allah Ta’ala berfirman:

سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَىٰ ۝ وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَىٰ ۝ الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَىٰ

“Orang yang takut kepada Allah akan mengambil pelajaran. Dan orang yang celaka akan menjauhinya, yaitu orang yang akan masuk ke dalam neraka yang besar.”
(QS. Al-A’la: 10–12)

Wahai saudaraku…

Selama nyawa belum sampai di tenggorokan, pintu taubat masih terbuka.

Jangan tunda untuk kembali kepada Allah.

Karena kita tidak tahu:

  • apakah esok masih hidup,
  • apakah masih sempat sujud,
  • atau justru hari ini adalah kesempatan terakhir untuk memperbaiki diri.

Semoga Allah menutup kehidupan kita dengan tauhid, taubat, dan amal shalih.

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك
“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”

✒️ *𝑬𝒅𝒊𝒕𝒐𝒓 : 𝑨𝒅𝒎𝒊𝒏* kowpi.id

📡 𝐑𝐚𝐢𝐡 𝐚𝐦𝐚𝐥 𝐬𝐡𝐚𝐥𝐢𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐫𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢 , 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭.

  • ═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•

🖋️📖 _*KOWPI (Komunitas Waris Planning Indonesia)*_  📖🖋️

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less