Beranda » Renungan Kematian » Renungan Nasehat Kematian Bagian Empat Belas

Renungan Nasehat Kematian Bagian Empat Belas

🕊️ Kita Sedang Berada Dalam Masa Penangguhan

Wahai saudaraku yang dimuliakan Allah…

Sering kali manusia menunda taubat. Menunda ibadah. Menunda memperbaiki diri. Seakan-akan ia yakin masih memiliki umur yang panjang.

Padahal setiap hari yang berlalu sejatinya adalah jatah umur yang terus berkurang.

Allah Ta’ala telah mengingatkan tentang keadaan manusia ketika azab datang dan penyesalan sudah tidak lagi bermanfaat:

وَأَنْذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُوا رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ

“Dan berilah peringatan kepada manusia terhadap hari ketika azab datang kepada mereka, lalu orang-orang yang zhalim berkata: ‘Ya Rabb kami, berilah kami penangguhan walau sebentar saja…’”
(QS. Ibrahim: 44)

Ayat ini adalah teguran yang sangat dalam bagi hati yang masih hidup.

Karena sesungguhnya saat ini kita sedang berada dalam masa penangguhan yang dahulu diminta oleh banyak manusia ketika ajal telah datang kepada mereka.

Kita masih diberi kesempatan untuk:

  • bertaubat,
  • memperbaiki shalat,
  • meninggalkan maksiat,
  • memperbanyak sedekah,
  • dan kembali kepada Allah sebelum terlambat.

Namun banyak manusia lalai…
sibuk dengan dunia…
tenggelam dalam angan-angan…
hingga akhirnya maut datang secara tiba-tiba.

Para ulama salaf menggambarkan bahwa anak Adam itu seperti sasaran panah kematian. Setiap anak panah yang dilepaskan pasti akan mengenai targetnya. Tidak ada seorang pun yang dapat lari dari ajalnya.

Maka orang yang cerdas bukanlah yang paling banyak mengumpulkan dunia, tetapi yang paling serius mempersiapkan bekal akhiratnya.

Sebab kebaikan yang paling besar bukanlah kesenangan dunia yang sementara. Akan tetapi kenikmatan akhirat yang kekal selamanya.

Kenikmatan yang tidak pernah putus…
kebahagiaan yang tidak pernah sirna…
dan kehidupan yang tidak lagi diselimuti rasa takut ataupun kesedihan.

Allah Ta’ala memuliakan hamba-hamba-Nya yang beriman dengan tempat tinggal di surga. Mereka hidup dalam ketenteraman, saling mengunjungi, saling bercengkerama, dan mengenang perjalanan hidup mereka dahulu di dunia.

Mengapa mereka begitu bahagia?

Karena tujuan terbesar mereka akhirnya tercapai:
berjumpa dengan Allah ﷻ,
Rabb Yang Maha Pemurah lagi Maha Pemberi karunia.

Wahai saudaraku…

Selama nyawa masih di badan, pintu taubat masih terbuka.

Jangan tunggu sakit…
jangan tunggu tua…
jangan tunggu ajal menampakkan tanda-tandanya.

Karena ketika maut telah datang,
yang tersisa hanyalah penyesalan.

Maka gunakanlah masa penangguhan ini sebaik-baiknya untuk mendekat kepada Allah.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dalam keadaan diridhai.

اللهم اجعل خير أعمالنا خواتيمها، وخير أيامنا يوم نلقاك
“Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik amal kami adalah penutupnya, dan sebaik-baik hari kami adalah hari ketika kami berjumpa dengan-Mu.”

✒️ *𝑬𝒅𝒊𝒕𝒐𝒓 : 𝑨𝒅𝒎𝒊𝒏* kowpi.id

📡 𝐑𝐚𝐢𝐡 𝐚𝐦𝐚𝐥 𝐬𝐡𝐚𝐥𝐢𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐫𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢 , 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭.

  • ═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•

🖋️📖 _*KOWPI (Komunitas Waris Planning Indonesia)*_  📖🖋️

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less