Nasehat Renungan Kematian Bagian Sebelas
- account_circle kowpi.official@gmail.com
- calendar_month 12/05/2026
- visibility 62
- comment 0 komentar
- label Renungan Kematian
🕊️ Ajal Lebih Dekat Daripada Angan-Angan
Wahai saudaraku…
Manusia hidup dengan banyak angan-angan. Ada yang bercita-cita memiliki rumah yang megah, kendaraan yang mewah, pekerjaan yang nyaman, kedudukan yang tinggi, dan kehidupan yang serba berkecukupan.
Tidak salah seseorang memiliki harapan dalam hidupnya. Namun yang menjadi musibah adalah ketika angan-angan dunia membuat hati lalai dari akhirat.
Banyak manusia sibuk merancang masa depan…
tetapi lupa bahwa ajal bisa datang sebelum semua rencana itu terwujud.
Karena itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering mengingatkan umatnya agar tidak tertipu oleh panjang angan-angan.
Bahkan dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah ﷺ menjelaskan hakikat kehidupan manusia dengan sebuah gambar yang sangat menyentuh.
Abdullah radhiyallahu ‘anhu berkata:
خَطَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا مُرَبَّعًا وَخَطَّ خَطًّا فِي الْوَسَطِ خَارِجًا مِنْهُ…
“Nabi ﷺ menggambar sebuah persegi empat, lalu beliau membuat garis di tengah yang keluar darinya. Kemudian beliau membuat garis-garis kecil di sekitarnya…”
Lalu Rasulullah ﷺ menjelaskan:
هَذَا الْإِنْسَانُ وَهَذَا أَجَلُهُ مُحِيطٌ بِهِ… وَهَذَا أَمَلُهُ
“Ini adalah manusia. Persegi yang mengelilinginya adalah ajalnya. Sedangkan garis yang keluar itu adalah angan-angannya.”
(HR. Al-Bukhari no. 6054)
Subhanallah…
Betapa dalam makna hadits ini.
Manusia terus memanjangkan harapan dan cita-citanya, sementara ajal sebenarnya sudah mengelilinginya dari segala arah.
Adapun garis-garis kecil di sekitar manusia itu adalah berbagai musibah dan ujian kehidupan. Jika ia selamat dari satu musibah, bisa jadi ia terkena musibah lainnya. Hingga akhirnya ajal benar-benar datang menjemput.
Wahai saudaraku…
Betapa banyak orang berkata:
“Nanti kalau sudah kaya saya akan lebih banyak sedekah.”
“Nanti kalau sudah tua saya akan taubat.”
“Nanti kalau urusan dunia selesai saya akan serius belajar agama.”
Namun ternyata kematian datang lebih cepat daripada rencana-rencana itu.
Karena itu para ulama salaf sangat takut kepada panjang angan-angan. Mereka hidup sederhana, memperbanyak amal, dan selalu merasa bahwa kematian sangat dekat.
Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:
“Hati-hatilah dari panjang angan-angan, karena ia membuat hati keras dan melalaikan akhirat.”
Maka seorang mukmin yang cerdas bukanlah yang paling banyak angan-angannya, tetapi yang paling siap menghadapi kematian.
Gunakan sisa umur untuk memperbaiki shalat…
memperbanyak dzikir…
berbakti kepada orang tua…
meninggalkan maksiat…
dan memperbanyak taubat sebelum semuanya terlambat.
Karena sesungguhnya…
Yang paling dekat bukanlah mimpi kita,
tetapi kematian kita.
اللهم ارزقنا حسن الخاتمة
“Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami husnul khatimah.”
✒️ *𝑬𝒅𝒊𝒕𝒐𝒓 : 𝑨𝒅𝒎𝒊𝒏* kowpi.id
📡 𝐑𝐚𝐢𝐡 𝐚𝐦𝐚𝐥 𝐬𝐡𝐚𝐥𝐢𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐫𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢 , 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭.
- ═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
🖋️📖 _*KOWPI (Komunitas Waris Planning Indonesia)*_ 📖🖋️

Saat ini belum ada komentar